HARI GIZI SERBA SERIBU

Akhir-akhir ini angka seribu sering disebut banyak orang. Mulai dari seribu tandan pisang sampai seribu pasang sandal jepit. Bahkan tema yang diusung untuk memperingati Hari Gizi Nasional juga menggunakan kata seribu. Sekedar serba seribu atau adakah makna tertentu?

“Gerakan Gizi  Seribu  Hari Menuju Indonesia Prima” adalah tema Hari Gizi Nasional  tahun 2012 yang diperingati pada tanggal 25 januari. Seribu hari maksudnya adalah seribu hari pertama kehidupan seorang manusia mulai dari dalam kandungan sampai anak berusia  dua tahun. Hitungannya begini, jika satu bulan dipukul rata 30 hari maka selama di dalam kandungan (sembilan bulan sepuluh hari) adalah dua ratus delapan puluh hari, ditambah dua  tahun pertama atau dua puluh empat bulan pertama  setelah kelahiran adalah tujuh ratus dua puluh hari. Totalnya, pas seribu hari.  Lantas kenapa seribu? Ternyata berdasarkan kajian ilmiah, seribu hari pertama dalam kehidupan manusia adalah masa yang sangat menentukan perkembangan dan pertumbuhan fisik seseorang di masa selanjutnya. Di dalam kandungan terjadi proses pembentukan organ tubuh. Sempurna atau tidaknya bayi yang dilahirkan ditentukan pada masa ini. Setelah bayi dilahirkan sampai usia dua tahun terjadi pertumbuhan fisik yang cepat diiringi dengan perkembangan fungsi organ dan kecerdasan. Untuk itu diperlukan nutrisi yang cukup dan stimulasi yang memadai. Karena alasan itulah maka sudah selayaknya  seribu hari  diberi perhatian lebih.

Dalam kurun waktu 1000 hari banyak hal bisa diperbuat. Menjelang kehamilan seorang ibu dapat mempersiapkan dirinya baik secara fisik yaitu dengan menjaga kesehatan dan status gizinya dengan asupan gizi yang baik maupun mempersiapkan mental untuk menerima mahluk kecil yang akan selalu bersamanya selama kurang lebih sembilan bulan. Setelah dinyatakan positif hamil maka ibu tetap harus menjaga kesehatan dirinya dan juga kandungannya. Ilmu dan teknologi kesehatan memudahkan ibu untuk melakukan pemberian nutrisi yang tepat sesuai tahap pertumbuhan janin, pemantauan perkembangan janin sampai kepada teknik persalinan yang aman dan nyaman. Selanjutnya, setelah bayi dilahirkan lebih banyak lagi pekerjaan yang menanti. Ibu harus memastikan bahwa bayinya tumbuh dan berkembang dengan normal. Pemberian ASI eksklusif sampai umur bayi 6 bulan yang dilanjutkan dengan pemberian makanan padat merupakan keharusan agar bayi tumbuh sehat. Sedangkan stimulan yang memadai perlu dilakukan untuk menjamin agar perkembangan anak tidak terlambat. Selain itu ibu juga harus menciptakan kondisi yang mendukung proses tumbuh kembang anak yaitu lingkungan yang sehat, asuhan yang baik dan pemberian kekebalan terhadap penyakit tertentu melalui imunisasi. Itu semua daftar pekerjaan rumah yang dengan penuh rasa hormat biasanya diserahkan pada ibu. Masih perlukah ibu digerakkan untuk melakukan tugasnya?

Bagi para tenaga kesehatan profesional, khususnya bagi ahli gizi yang sedang memperingati hari gizi, gerakan gizi seribu hari merupakan sebuah kesempatan untuk berbagi pengetahuan tentang gizi kepada siapa saja.  Para ahli gizi dapat memberikan edukasi tentang kebutuhan gizi selama kehamilan dan bagaimana cara yang benar memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat itu. Menyebarluaskan pentingnya pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan (ASI eksklusif) dan menganjurkan untuk melanjutkan pemberian ASI sampai bayi berumur 2 tahun. Memberikan pengetahuan tentang makanan bayi dan anak yang meliputi cara memilih jenis makanan yang baik, menentukan bentuk makanan yang sesuai dengan usia anak,  besar porsi dan frekuensi pemberian makanan, dan yang tidak kalah penting juga cara pembuatan makanan bayi dan anak yang praktis. Dalam keadaan tertentu ibu hamil dan anak kadangkala membutuhkan zat gizi tertentu sebagai tambahan (suplemen). Ahli gizi harus secara bijak menjelaskan tentang pentingnya suplemen tanpa mengesampingkan unggulnya bahan makanan alami sebagai sumber gizi. Sejalan dengan itu semua, kegiatan pemantauan pertumbuhan balita perlu terus disuarakan untuk memastikan bahwa pertumbuhan balita tetap berada pada jalur yang normal dan dapat diketahui lebih awal jika terjadi gangguan pertumbuhan.

Suatu gerakan idealnya dilakukan serentak dan bersama-sama sehingga dapat menjangkau sasaran yang luas. Karena itu upaya penyadaran akan pentingnya gerakan gizi seribu hari harus tersebar kepada semua kalangan agar terbentuk kesadaran bersama akan pentingnya gerakan ini sehingga masing-masing pihak dapat berkontribusi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Dukungan yang dapat diberikan dari kalangan birokrat adalah mengkondisikan kebijakan yang sejalan dengan gerakan ini. Selain itu dukungan finansial dalam bentuk alokasi anggaran yang memadai sudah selayaknya diberikan sebagai stimulus untuk mulai bergerak. Demikian pula dukungan dari berbagai tenaga profesional kesehatan lain sebagai mitra kerja, tentunya harus terus dijalin agar tercipta keharmonisan dalam mewujudkan kesehatan masyarakat seutuhnya.

Seribu hari bukanlah hari yang pendek tetapi jika dibandingkan dengan umur harapan hidup orang Indonesia (anggap saja 60 tahun atau 21.600 hari) berarti masih ada 20.600 hari lagi yang perlu juga mendapat perhatian. Karena itu dalam menuju Indonesia prima yang lebih penting adalah kesinambungan antara berbagai gerakan gizi selama dalam siklus kehidupan. Selain itu juga tidak mengabaikan program lain yang terkait dalam satu sistem yang sama-sama ingin mencapai Indonesia Prima. Sungguh suatu pekerjaan  besar dan berat  yang membutuhkan daya yang kuat. Tidak bijaksana jika hanya mengandalkan pemerintah saja. Bagaimanapun juga pemerintah tidak dapat bergerak sendirian, masyarakat harus ikut terlibat dan untuk hal ini barangkali tidak cukup dengan seribu gerakan bahkan sejuta gerakan. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang jumlahnya ratusan juta sebenarnya sudah cukup jika setiap orang  peduli dan melakukan aksi gizi secara nyata minimal terhadap diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: